Rabu, 11 Agustus 2010

Atasan Mengajak Kencan, Bagaimana Menolaknya?

Atasan yang baik memang penuh wibawa dan ramah terhadap semua karyawan. Tipe pemimpin seperti ini tentu akan disukai bawahan.

Ditunjang jika atasan mudah bergaul dan suka membantu karyawan sedang mengalami kesusahan atau dalam masalah. Atasan yang seperti ini, sering kalimempunyai perasaan khusus pada bawahannya.

Bagaimana jika bawahan yang cantik dan menarik ditaksir oleh atasan yang masih lajang? Bila ini terjadi pada Anda, menghadapi atasan yang memiliki perasaan suka memang tidak muda. Jika Anda ingin menolaknya, simak beberapa tips berikut ini, jangan salah langkah akan menjadi bumerang pada karier Anda.

1. Batasi Interaksi
Pria yang jatuh cinta biasanya akan mengeluarkan segala jurus agar bisa lebih dekat dengan wanita pujaan. Mulai dari mengajak ngobrol masalah pribadi, mengajak makan berdua hingga membuat jadwal dinas bersama. Jangan ragu untuk segera membatasi interaksi dengan atasan Anda. Usahakan membatasi hubungan hanya sebatas rekan kerja. Upayakan selalu
bersikap sopan saat menolak ajakan agar tidak tersinggung.

2. Jangan beri harapan atau peluang
Jika atasan Anda mengutarakan hal yang menjurus pada perasaannya terhadap Anda, alihkan pembicaraan atau abaikan. Jangan berikan harapan. Sekali Anda memberinya harapan, maka Anda akan terjerumus.

3. Jelaskan penolakan dengan tepat
Komunikasi yang baik dapat menyelesaikan masalah Anda seberat apapun. Pilihlah waktu yang tepat untuk mengutarakan kepada atasan bahwa Anda hanya ingin menjadi karyawannya. Berikan pengertian sebaik mungkin, agar ia dapat memahami keputusan itu adalah yang terbaik bagi Anda dan dirinya.

4. Siapkan dengan risiko
Jika Anda sudah menolak tetapi respon nya tidak baik, Anda akan mendapat risiko yang membuat karier Anda meredup. Siapkan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi seperti diturunkan jabatan atau dikeluarkan. Atasan yang bijaksana akan tahu bersikap, bukannya bertindak seenaknya. Jika ya, berarti dia memang pemimpin yang tidak benar.

5. Jangan pamer
Hindari mengumbar Atasan yang menyukai Anda kepada rekan kantor. Belum tentu atasan akan senang bila berita ini tersebar ke mana-mana.

6 Tetap profesional
Profesionalisme harus Anda pertahankan meskipun Anda sudah menolak atasan. Lakukan segala pekerjaan yang diberikan atasan sesuai dengan perintahnya dan kumpulkan tepat pada waktunya.

Senin, 09 Agustus 2010

Suami idaman


Tersebut lah sepasang suami istri yang telah melewati 10 th masa pernikahannya. Mereka sepakat akan saling memberikan hadiah yang paling diinginkan. Mereka menulis masing-masing keinginannya di dalam sebuah amplop tertutup dan berjanji esok pagi akan membuka amplop itu secara bergiliran. (InsyaAllah)


Sang istri berujar, “hari ini yang akan dibuka adalah amplop papa lebih dahulu yaa..”. “Apa kah tidak sebaiknya amplop mama saja, aku ingin tahu apa yang paling mama inginkan, setelah itu baru amplopku”, jawab sang suami.“Baik lah” ucap sang istri sambil mengangguk.


Ketika amplop istri dibuka oleh sang suami, tertulis lah sebuah kalimat di dalam surat itu “Aku menginginkan sebuah gelang berlian sebagai pengikat 10 th pernikahan kita, lalu temani aku ke salon,” .Dengan tersenyum sang suami pun berujar, “Baik lah mari kita cari gelang yang engkau inginkan itu,” jawab sang suami pada istrinya.


Ternyata mencari gelang berlian itu tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Sudah sepuluh toko yang dikunjungi, tidak ditemukan satu pun gelang yang dinginkan oleh sang istri. Setelah melewati sholat Dzhuhur dan Ashar di mesjid terdekat, hari makin beranjak senja, meski pun kaki nya sudah sangat letih sang suami tetap menemani istrinya berbelanja. Akhirnya gelang yang diidamkan sang istri terbeli juga.


Tapi permintaan belum lah selesai ditunaikan, setelah mendapatkan gelangnya, sang istri pun minta ditemani ke salon. Bayangkan tiga jam dihabiskan di salon, sang Istri melakukan sholat Maghrib pun di sana, sementara sang suami yg setia menantinya, sholat di Mushola terdekat.


Malam makin larut ketika mereka sampai di rumah. Setelah mandi dan sholat Isya berjama’ah, kini giliran amplop sang suami di buka oleh si istri. Betapa terkejutnya sang istri, amplop itu hanya berisi kertas putih yang kosong.


Sang suami tersenyum memandang istrinya yang terbengong-bengong menatap kertas kosong. Lalu suaminya berujar, “Apa yang paling aku ingin kan sudah aku dapatkan, seorang istri sholehah sepertimu, telah engkau baktikan seluruh hidupmu untuk mengurus buah hati & rumah tangga kita serta mengurus diriku. Bahkan tidak sekali pun engkau meminta perhiasan dan memanjakan diri mu sendiri. Itu lah sebabnya aku dengan ikhlas menemani mu seharian ini dan membelikan gelang berlian sesuai permintaanmu. Sekarang.. aku minta engkau lah yang menulis di kertas kosong milikku.. apa yang engkau tulis akan menjadi hal yang paling ku ingin kan pula” .Suara lembut suaminya menelusup ke rongga hati sang istri, tak terasa hangat menetes bulir-bulir airmata jatuh di pipi si istri.


Sang istri mengambil pulpen dan mulai menulis di kertas kosong itu, tidak berapa lama diserahkannya kertas itu pada sang suami. Dengan perlahan si suami membaca kata demi kata yang tertulis, “ Aku ingin gelang berlian yang tadi engkau belikan untukku menjadi kado ulang tahun untuk mama (mertua)”.


Sang suami menatap bingung istrinya, belum sempat ia bertanya mengapa, telunjuk lentik dan halus sang istri sudah menyentuh bibirnya. Sambil tersenyum sang istri berujar,
“Akan ku berikan perhiasan terindah yang pernah ku miliki ini sebagai tanda terima kasih ku untuk mama tercinta, perempuan terhebat yang telah melahirkan dan membesarkan mu, seorang laki-laki hebat, suami yang sholeh dan mencintaiku apa adanya”. Tidak kuasa mata sang suami membendung bulir-bulir airmata keharuan.


SubhanAllah… Sepasang suami istri yang saling mencintai karena Rabb nya, Semoga ada hikmah dan manfaat yang dapat dipetik dari kisah ini, InsyaAllah.. aamiin.